FAIQ Collection

Software/Application, Jokes, Article, Picture, Movies/Videos, Lyric Song, Mystery, etc

Welcome and Thank you for Visiting
We are Not the Best ... But Thanks for Your Support, We Can Learn to Become a Better

SEX dan NGUPIL

SUSTER :
"Dok, kenapa sih dari hasil penelitian jurnal itu mengatakan kalau wanita lebih suka seks ketimbang pria ?"
•DOKTER :
"Yaaa.. kayak pas kamu lagi ngupil yg kerasa enak kan lobang hidung kamu ketimbang jari kamu kan ?"
•SUSTER :
"Ooow.. gitu. Terus kalo enak, kenapa kebanyakan wanita nggak suka diperkosa, Dok ?"
•DOKTER :
"Emang kalo pas kamu lagi jalan tiba2 ada yg masukin jari ke hidung kamu, apa kamu gak bakalan marah tuh ?"
•SUSTER :
"Iya ya, Dok. Terus kenapa wanita gak mau berhubungan seks pas lagi menstruasi ?"
•DOKTER :
"Kalo hidungmu lagi mimisan apa kamu msh tetep mau ngupil ?"
•SUSTER :
"Iya..ya.. Terus kenapa ya, pria itu kalo berhubungan seks gak suka pake kondom ?"
•DOKTER :
"Menurut kamu memangnya enak kalo ngupil pake sarung tangan ?"
•SUSTER :
"Betul juga sich. Terus kenapa orang itu suka ngumpet2 pas lagi berhubungan seks ?"
•DOKTER :
"Kalo kamu lagi ngupil, emangnya mau diliatin banyak orang ?"
•SUSTER :
"Iya juga ya... Satu lagi ya Dok, bener nggak kalo rata-rata wanita itu suka kelamin yang gede ?"
•DOKTER :
"Bohong itu... Apa kamu pernah coba ngupil pake jempol ? Enak nggak ?"
•SUSTER :
"Ada satu lagi dok terus kenapa yg laki2 boleh poligami ?"
•DOKTER :
"Lho kan lobang hidung ada dua kalau cuma satu sesak nafas."

AIB KELUARGA

MEMBUKA AIB PASANGAN HIDUP

Dari Abu Said Al-Khudri RA, Nabi SAW bersabda :
إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا
Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” [HR. Muslim]

��

Tidak ada keluarga yang sempurna namun tidak ada kesempurnaan tanpa keluarga. Itulah kata-kata penutup dari host ternama di sebuah acara kuis tv swasta. Ya, memang demikianlah tidak ada keluarga yang sempurna. Dengan menyadari hal ini maka setiap pasangan haruslah saling menjaga dan merawat kepercayaan, menjaga aib pasangan dan keluarganya sebagaimana ia tidak membuka aibnya sendiri kepada siapapun.

Hadits di atas pada dasarnya melarang suami membicarakan rahasia istrinya di atas ranjang namun sebenarnya dipahami bahwa larangan ini berlaku juga kepada istri. Setiap pasangan janganlah menyebar aib pasangannya kepada orang lain. Banyak istri memiliki kebiasaan curhat kepada teman kerja atau sahabat bahkan ada yang mengobral aib pasangannya melalui sosial media. Secara sadar atau tidak, hal ini akan membuat masalah semakin keruh dan runyam serta sulit diuraikan bahkan tak jarang mendatangkan keretakan rumah tangga.

Menjelek-jelekkan keadaan pasangan dan keluarga di hadapan orang lain adalah hal yang tercela. Hal ini sebagagaimana penilaian Nabi Ibrahim AS dalam Hadits Bukhari berikut. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa setelah Hajar meninggal dunia lalu Ismail menikah. Kemudian Ibrahim yang tinggal di syam menjenguk keadaan ismail di mekkah. Ibrahim pun tiba di sana dan dia mendatangi rumah Ismail. Ibrahim berkata kepada istrinya, ”Dimana suamimu?” wanita itu menjawab, ”Tidak ada di sini, dia sedang pergi bekerja.” Ibrahim bertanya tentang kondisi keluarganya. Wanita itu menjawab dan megadukan keadaaannya yang hidup dalam keadaan serba sulit : ”Kami dalam situasi yang buruk, kesulitan ekonomi” Ibrahim berkata,
فَإِذَا جَاءَ زَوْجُكِ فَاقْرَئِي عَلَيْهِ السَّلَامَ وَقُولِي لَهُ يُغَيِّرْ عَتَبَةَ بَابِهِ
”Jika suamimu datang maka sampaikan salam kepadanya dan katakanlah,’Hendaklah dia merubah ambang pintunya!.

Tak lama kemudian Ismail pulang dan dia merasa ada sesuatu dan berkata kepada istrinya, ”Apakah ada seseorang yang datang?” Istrinya menjawab, ”Ada seorang kakek yang datang dan tanya tentang keadaanmu, dan menanyaiku tentang kondisi keluarga dan aku jawab bahwa kami dalam keadaan sulit. Apakah ada pesan  yang dikatakan orang itu kepadamu?” Istrinya menjawab, ’Ya, Dia mengatakan kepadaku, ”Sampaikan salam kepada suamimu dan katakanlah kepadanya,’Hendaklah dia merubah ambang pintunya.” Ismail menjawab :
ذَاكِ أَبِي وَقَدْ أَمَرَنِي أَنْ أُفَارِقَكِ الْحَقِي بِأَهْلِكِ
“Orang itu adalah ayahku dan ia telah memerintahku untuk mentalakmu. Kembalilah kau ke keluargamu”
lalu Ismail menjatuhkan talak kepadanya. Setelah itu Ismail menikah lagi dengan wanita yang lain.

Kemudian dalam jangka waktu yang dikehendaki Allah, Ibrahim datang kembali untuk menemui keuarga ismail namun dia tidak mendapatkan Ismail hingga akhirnya dia mendatangi istri Ismail lalu bertanya kepadanya tentang Ismail. Istrinya menjawab, “Dia sedang pergi mencari nafkah untuk kami.” Lalu Ibrahim bertanya lagi, “Bagaimana keadaan kalian?” Dia bertanya kepada istrinya Ismail tentang kehidupan dan keadaan hidup mereka. Istrinya menjawab, “Kami selalu dalam keadaan baik-baik saja dan cukup.” Istri Ismail juga memuji Allah. Ibrahim bertanya, “Apa makanan kalian?” Istri Ismail menjawab, “Daging.” Ibrahim bertanya lagi, “Apa minuman kalian? Istri Ismail menjawab, “Air.” Maka Ibrahim berdoa,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي اللَّحْمِ وَالْمَاءِ
“Ya Allah, berkahilah mereka dalam daging dan air mereka.”
Ibrahim selanjutnya berkata,
فَإِذَا جَاءَ زَوْجُكِ فَاقْرَئِي عَلَيْهِ السَّلَامَ وَمُرِيهِ يُثْبِتُ عَتَبَةَ بَابِهِ
“Jika nanti suamimu datang, sampaikan salam dariku kepadanya dan perintahkanlah dia agar menetapkan ambang pintu rumahnya.” Ketika Ismail datang, dia berkata, “Apakah ada orang yang datang kepadamu?” Istrinya menjawab, “Ya. Tadi ada orang tua dengan penampilan sangat baik datang kepada kita” istrinya memuji orang tua tersebut. Dia bertanya kepadaku tentang kamu, maka aku terangkan lalu dia bertanya kepadaku tentang keadaan hidup kita, maka aku jawab bahwa aku dalam keadaan baik.” Ismail bertanya, “Apakah orang itu memberi pesan kepadamu tentang sesuatu?” Istrinya menjawab, “Ya.” Dia memerintahkan aku agar aku menyampaikan salam darinya kepadamu dan berpesan agar kamu mempertahankan palang pintu rumahmu.” Ismail berkata,
ذَاكِ أَبِي وَأَنْتِ الْعَتَبَةُ أَمَرَنِي أَنْ أُمْسِكَكِ
“Dialah ayahku dan palang pintu yang dimaksud adalah kamu. Dia memerintahkanku untuk mempertahankanmu.” [HR Bukhari] Wallahu A’lam. Semoga setiap kita diberi kekuatan oleh Allah untuk tidak membuka aib pasangan kita sebagaimana kita kuat untuk menutup aib-aib kita sendiri.

Sedekah BERKAH

Copas dr grup WA sebelah...
Semoga bermanfaat!

Sulaiman Al-Rajhi (سليمان الراجحي), milyarder Saudi Berkisah:

Dahulu, hidup saya sangat susah alias faqir, sampai-sampai saya tidak bisa ikutan rihlah atau tamasya yang dilaksanakan oleh sekolah saya, yang waktu itu, biaya pendaftarannya hanya 1riyal saudi saja. Walaupun saya sudah menangis-nangis memohon kepada keluarga agar saya dapat ikutan rihlah, tapi tetap saja keluarga saya tidak punya uang 1 riyal, untuk mendaftarkan saya ikutan rihlah.

Sehari sebelum rihlah, saya berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan guru di kelas, lalu guru itupun memberi saya uang satu riyal sebagai hadiah, diiringi tepuk tangan para murid-murid yang lain.

Pada saat itu, saya tidak lagi mikir apa-apa, selain berlari kencang untuk mendaftarkan diri ikutan rihlah. Duka nestapa saya terasa terbang seketika dan berubah total menjadi bahagia berkepanjangan selama berbulan-bulan.

Hari-hari sekolahpun berlalu, sayapun dewasa untuk melanjutkan kehidupan. Setelah melewati berbagai rintangan hidup, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun dan berkat anugerah dari Allah sayapun sukses dan selanjutnya saya membuat yayasan sosial. (Al Rajhi Bank Tower).

Setelah saya memulai bergerak di bidang amal sosial, saya kembali teringat kisah masa kecil saya. Teringat kembali guru waktu kecil saya, orang Palestina itu, yang pernah memberi saya uang 1 riyal. Saya mulai mengingat-ingat, apakah beliau dahulu memberi saya uang 1 riyal itu sebagai sedakah atau kah hadiah, karena saya sudah berhasil menjawab pertanyaannya. Yang jelas, saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Saya berkata di dalam hati, apapun motif dan niat sang guru, beliau sudah menyelesaikan problem besar saya saat itu, tanpa membebankan siapa-siapa.

Oleh karenanya, saya mengunjungi kembali sekolah saya itu, lalu saya mendatangi kantor sekolah dan mencari tau keberadaan guru saya, yg orang Palestina itu, sampai akhirnya saya mendapatkan jalan untuk menemuinya. Saya pun akhirnya merencanakan untuk menemuinya untuk mengetahui kondisinya saat ini.

Singkat kata, sayapun akhirnya dipertemukan kembali oleh Allah dengan guru baik itu, yg mana, kondisi beliau sedang sangat susah, tidak lagi bekerja dan siap-siap pulang kampung.

Selanjutnya, setelah saya memperkenalkan diri, saya katakan pada beliau, bahwa saya punya hutang besar pada beliau, pada beberapa tahun yang lalu.

Guru saya ini kaget bukan kepalang, apa benar ada orang yang punya hutang pada saya, kata beliau..

Saya pun menjelaskan, apakah bapak masih ingat dengan murid bapak, yang pernah bapak beri uang satu riyal, karena murid bapak itu berhasil menjawab soal yang bapak lontarkan di kelas bapak saat itu?

Setelah berusaha mengingat-ingat, guru saya ini akhirnya tertawa, dan berkata: "ya..ya.. saya ingat. Jadi kamu mencari saya untuk mengembalikan uang 1 riyal itu". "Ia pak" jawab saya. Setelah sedikit berbincang, saya bawa beliau naik mobil dan kamipun beranjak.

Selanjutnya, kami sampai ke tujuan, dan kenderaan kami berhenti tepat di depan sebuah Villa Indah. Kami keluar dari mobil dan memasuki Villa tersebut. Setelah berada di dalam Villa, saya menyampaikan niat saya kepada guru saya ini, "Pak, villa ini saya berikan kepada bapak untuk melunasi hutang saya dahulu, plus mobil yang tadi kita naiki, dan gaji per bulan seumur hidup, serta pekerjaan buat putra bapak di perusahaan saya".

Guru saya ini kaget bukan kepalang, dan berujar, "Tetapi ini terlalu banyak, nak?"

"Percayalah pak, kegembiraan saya dengan 1 riyal yang bapak berikan pada saya saat itu lebih besar nilainya dibandingkan dengan 10 villa seperti ini, saya tidak akan dapat melupakan kebahagiaan itu sampai sekarang," jawab saya.

*

Inilah buah dari didikan agama yang baik, tebarkan bahagia, hilangkan duka nestapa sesama, dan tunggulah balasan terbaik dari-Nya.

[Translate: Kivlein Muhammad]